Goresan Kecil

by

Saya suka berkendara, bertualang, bepergian, main. Kemana saja.

Satu hal yang menjadi bagian integral dari petualangan ini dan menjadi bagian yang paling saya benci adalah, saat pulang dan harus mencuci kendaraan. Iya, saya seorang pemalas akut. -.-!

***

Beberapa hari kemarin, saat sedang mencuci si merah, secara tidak sengaja mata saya tertuju pada goresan - goresan kecil yang ada disana. Sebelum - sebelumnya mereka nggak pernah ada dan hari itu tiba - tiba muncul begitu saja di depan mata.

Semakin kesana saya mengelap, lantas muncul lagi bekas goresan di bagian belakang. Sedikit miring ke kanan, terlihat velg yang tak lagi mengkilap seperti dulu. Di pojokan depan kiri, ada bekas baret panjang karena bersenggolan dengan pipa talang rumah kakak.Mengamati dari atas, beberapa sudut terlihat kusam karena dilap dengan kasar.

Ah, saat itu juga si merah jadi terlihat tidak menarik lagi. Beberapa saat bekas - bekas luka di si merah terlihat sangat jelas. Dan pikiran saya jadi melayang kesana - sana saat kegiatan pengeringan itu berlangsung.

Saya masih ingat pertama kali belajar mengemudikan si merah ini. Dia nakal, sensitif dan perasa. Erangannya maut.

Er..maksudnya mesinnya bagus, diinjek dikit langsung melesat. ;))

Juga ada beberapa perjalanan emosional yang berlangsung dengan dia. Si merah ini, tanpa perlu diragukan lagi setia menemani saya malam - malam mengelilingi kota saat hati gelisah. Dia juga, yang selalu menemani saya untuk bertemu orang - orang yang berharga dalam hidup saya.

***

Lipat lap, bereskan. Ketika menginjak gas dan mendengar suara mesinnya, sepertinya sudah terlalu banyak mengkhawatirkan goresan kecil yang hinggap di mobil ini.

Dia mungkin bertambah beberapa goresan disana - sini, atau sekarang cat nya tak lagi sempurna, dan roda- roda berbekas di beberapa tempat. Tapi ya disinilah dia, dengan respon yang baik, tak pernah rewel, melindungi saya dari hujan dan panas.

Derunya seperti biasa, bersemangat.

Ah, sepertinya memang terlalu meributkan hal remeh itu tidak baik.

Fokus pada detail keburukan tidak akan menjadikan semuanya semakin baik. Malah menjadikan lupa pada hal - hal yang utama. Seperti berapa banyak kilometer yang sudah kami lalui bersama dan bagaimana dia mendampingi saya dengan baik selama itu. Juga berapa gadis yang sudah sempat saya antarkan bersamanya ;))

Thanks Red, you are gorgeous as always.