Demand And Supply

by

Q : Have ever for once in your lifetime, wanted to be just normal?
A : Yes I do, normal is the new special when everyone else special.
A quote? No, that was me quoting myself. A tiny insane self-talk last night.

Salah satu pelajaran pertama mata kuliah Pengantar Ekonomi jaman kuliah dulu, yang tidak cukup sulit untuk saya lupakan atau tidak saya ketahui intinya, hukum penawaran dan permintaan. Dan di kepala saya, hukum tersebut sepertinya menjadi jawaban kenapa orang yang tepat jatuh cinta pada orang yang salah. The good girls falls to the bad boys.

Bukannya malah dikaitkan dengan pasar, ekonomi atau yang lainnya ya. :))

Bila dihubungkan dengan prinsip penawaran dan permintaan tersebut dengan mengesampingkan semua faktor maka ini cuma soal demand and supply. Saat supply berlebih, orang mencari variasi baru dan menciptakan demand baru. Kalau ingin menjual sudah tentu harus memenuhi demand yang ada.

Simpel, ya kecuali mau dibikin ribet sih. :D

Saat di sekitar penuh lelaki berandalan dan kurang ajar, maka yang punya sopan santun adalah yang menarik. Saat semua lelaki di sekitar si wanita adalah lelaki baik dan siap membantu maka yang berbeda akan ada di kepala si wanita. It is not that girls love to be with the bad boy, the just love to be different, to feel different, not that secure feeling they always have. Being bad is cool when everyone else is good and vice versa.

Give the supply. Seperti fakta bahwa wanita yang mengenakan gaun rancangan desainer untuk ke pesta, maka menjadi menarik adalah dengan menjadi berbeda, menjadi khusus, menjadi yang satu - satunya yang memberikan pengalaman baru bersamanya.

Seorang kawan mengatakan, "Menjadi menarik itu pilihan, pilihan lainnya adalah menjadi kaya, atau mendirikan sekte." Karena menjadi kaya itu tidak mudah, dan mendirikan sekte cukup beresiko -masih ada FPI di Indonesia-, maka pilihan yang tersisa adalah dengan menjadi menarik. :)