Asal Bertanya Memalukan

by

Pertanyaan anda adalah anda. Gambar diambil dari sini :)
Satu sore di kantor emak, seorang rekan kerja (atasan sih) mengajak beliau ngobrol. Kepanjangan buat saya inget semuanya, tapi pada intinya dibuka dengan

"Eh bu, itu putranya yang pambarep kuliah di XYZ kan? Sekarang semester berapa?"

bla bla bla.. dan akhirnya yang ditanya adalah itu masuk ke kampusnya anak sampeyan bisa pake jalur diluar tes ndak dan habisnya berapa duit.

Tambahannya

"Misal ada mbok dikasih tahu to, kan enak lulus langsung bisa makarya. Itu anak saya yang ragil pengen masuk sana."

Dan dasarnya emak saya nyebelin, dijawab saja sama beliau..

"Emangnya habis duit apa toh? Habisnya seratus ribu buat tes, sama limaratus ribu kemahasiswaan, lain - lainnya belom dihitung itu ngekos berapa."

Disambung dengan

"Lha itu pak, kemarin anak saya pas mau masuk cuek - cuek saja, kerjaannya sebelum tes begadang sampe malem, nonton film, jalan - jalan. Kalo si ragil mau ngikut jejaknya bisa ditiru itu."
Akhirnya pasti ngakak merah padam malu sendiri lah ya. :)) Sudah ketahuan di awal mau main duit. Haduh biyung..prihatin.

Dalam arus pendapat di masyarakat selalu ada yang namanya asal tahu dan tahu asal, yang dibenarkan karena jamak dilakukan entah dia memang benar atau benar - benar salah.

Misal, saat ada orang nyogok dan diterima di Kepolisian , maka disamaratakan kalau yang keterima tes di Kepolisian pasti nyogok. Nggak bisa disalahkan juga sih, wong namanya manusia sudah alami untuk mencari jalur mudah dan menganggap orang lain sama dengan dirinya. :))

Jadi hati - hati dengan pertanyaan anda yang asal tahu dan tahu asal itu, soalnya pernyataan dalam pertanyaan ini merupakan cermin perbuatan yang anda umbar pada lawan bicara. ;))

Dan sekarang saya jadi tahu bakat sengak ngglendem -nyebelin semi cuek ngomongnya- ini memang asli diturunkan secara kuat dari kedua orang tua. :))