The Joneses : Trend, Iri, Hutang, Tetangga

by

Film ini sudah cukup lawas sebetulnya, tapi berhubung saya belum nonton jadi ya sah saja kalo baru sekarang ngeh ada film ini. Pertama download (yes, piracy) saya pikir ini adalah film keluarga Amerika, mungkin dengan bumbu kekonyolan atau kisah berurai kesedihan.

Ternyata saya salah. Keluarga Joneses adalah bentuk keluarga yang benar - benar tidak biasa. Dalam liputan kemewahan, barang branded, mobil keluaran terbaru, baju - baju berkelas dan tampilan mereka yang kompak menjadikan keluarga - keluarga lain iri.

Tapi bagaimanapun kerasnya para tetangga tersebut mencoba untuk mengejar gaya hidup keluarga Joneses, tidak ada yang bisa menyamai mereka. Not even close. Mungkin kalau keluarga semacam ini ada di lingkungan kita, ada dua tuduhan standar. Satu, mereka piara tuyul. Dua, mereka ngepet. :))


Terus, apanya yang beda? Here is something.  Joneses, keluarga, tanpa ikatan perkawinan atau hubungan darah, its just business. Business to sell, to make people envy you.

Haruskah saya ceritakan semuanya? :))

Film ini membikin saya belajar banyak hal, menengok kembali pelajaran ekonomi. Bagaimana sistem pasar terjadi dan perilaku konsumen dalam budaya Amerika yang sangat materialistis, bagaimana kebanggan dibangun oleh berapa banyak yang mereka habiskan, bukan miliki.

Indonesia sendiri sudah mulai mengikuti budaya ini, terutama di masyarakat perkotaan. Menonton film ini setidaknya bisa jadi warning awal buat saya untuk bisa mengendalikan diri, tidak terbawa arus trend terlalu jauh.

Manis sekali jika bisa memenuhi segala keinginan kita, tapi bukankah cukup memenuhi kebutuhan? In short, your greed will kill you.

A must watch, a must learn
. :D