Kebebasan

by

Freedom, kebebasan, termasuk kebebasan berpikir dan kebebasan berpendapat adalah satu hal yang layak kita syukuri. Mensyukuri kebebasan, itu yang saya pelajari dari melihat film dokumenter buatan Discovery Channel ini. Judulnya Inside North Korea Undecover, menceritakan tentang bagaimana indoktrinasi begitu mengakar kuat di Korea Utara dan .

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana jalanan lengang dari mobil, gambar - gambar pemimpin yang tersebar dimana - mana, buku - buku yang dikarang satu nama, tidak ada internet tak ada handphone. Persis keadaan sekitar lima puluh tahun silam, bahkan model bajunya pun tetap sama!

Mungkin jadi spoiler ya. Dokter mata yang tadi saya ceritakan menyelundupkan orang - orang Discovery Channel memiliki misi untuk melakukan operasi katarak massal pada penduduk Korea Utara sekaligus memberikan pelatihan pada para dokter bedah disana. Setelah membedah sekian ratus pasien, saat pasien - pasien tersebut sembuh, yang menerima ucapan terimakasih pertama kali adalah foto dinding yang dingin, bukan dokter tersebut. Berlomba - lomba mereka bersujud, meneriakkan pujian dan janji kesetiaan. North Korea, Kim Jong Ill dianggap dewa.

Miris, sedalam itulah mereka terikat dan bahkan mungkin menuhankan pimpinan mereka.

Pernahkah membayangkan kalau suatu hari kita dicemplungin ke tempat semacam itu? Waduh, neraka dunia mungkin buat mereka yang biasa berbicara bebas, punya idealisme, atau setidaknya pecandu twitter yang bisa protes langsung pada menterinya. Dan untuk itulah hari ini saya bersyukur, buat koneksi lemot yang bisa mengantarkan saya menjelajah dunia dan bertemu pikiran - pikiran hebat yang bertebaran.

Boleh saya sarankan, kalau diberikan kebebasan, gunakan sebaik mungkin. Proteslah pada tempatnya, pada kasus yang anda pahami, dan selain itu berbuatlah sesuatu biar protes tak cuma NATO. :)