Timbuktu Plukuthuk

by

Jadi ceritanya saya hari ini barus aja blogwalking menuju berbagai blog mengesankan dari para senior dari sekolahan saya ini. Walah, berbagai cerita yang bagus - bagus penuturannya saya lahap. Satu cerita yang saya dapat adalah soal FAQ penepis mitos soal orang pajak.

Dan kemudian ada yang menceritakan kisahnya dan sebuah kota bernama Luwuk, dan ada juga kisah soal atap rumah yang roboh.

Kemudian saya jadi penasaran sama yang namanya timbuktu, nah lho, ndak ada hubungannya banget. Ada sih, menurut momok yang beredar di sekolahan saya, Luwuk itu setara dengan Timbuktu jaraknya. *sok nyambung - nyambungin*

Lah iyaa, saya udah sering pakai nama tempat ini buang orang - orang, ngelempar kulkas dan sebagainya, tapi nggak pernah mengetahui gimana sebetulnya wujud Timbuktu ini. :))

Ketik TIMBUKTU di mbah Dukun, dan keluarlah sekitar 2.220.000 hasil pencarian. Empat kali lipat dibanding hasil pencarian nama aseli saya :o *info nggak penting*

Kembali ke jalan yang agak benar :)



Nah, jadi menurut wiki yang nggak boleh dijadikan sumber referensi untuk orang ilmiah dan boleh dijadikan referensi buat orang nggak ilmiah macam saya ini, Timbuktu adalah satu kota yang berada di Mali.

Timbuktu didirikan oleh suku Tuareg pada awal abad ke-10. Menurut etimologi populer, namanya dibuat dari tin dimana berarti tempat dan buktu, nama dari wanita tua Mali yang diketahui karena kelurusan hatinya dan yang suatu hari tinggal di daerah itu. Tuareg dan pengelana lainnya mempercayakan wanita ini barang yang mereka tidak digunakan saat kembali dari kunjungannya ke utara. Hingga, saat Tuareg kembali ke rumahnya, ia ditanya dimana ia meninggalkan barangnya, lalu ia menjawab: Saya meninggalkannya di Tin Buktu, Tin Buktu berarti tempat dimana seorang wanita yang bernama Buktu tinggal. 2 hubungan ini akhirnya bergabung menjadi 1 kata, dan memberikan kota ini nama Tinbuktu yang nantinya menjadi Timbuktu. Namun, orang Perancis yang bernama René Basset memberikan teori yang lebih masuk akal: pada bahasa Berber, "buqt" berarti ""sangat jauh", karena itu, "Tin-Buqt(u)" berarti tempat yang merupakan ujung dunia, karena itu orang menggambarkan dirinya pergi ke ujung dunia dengan pergi ke Timbuktu. [1]

Walah, ternyata istilah kulon "from here to Timbuktu" gara - gara penerjemahan yang itu toh.

Nah, kabar bagusnya, Luwuk nggak sejauh Timbuktu, setidaknya sebelum saya buktikan sendiri, semoga ndak ditaruh sana. :( Di Timbuktu ini juga ada masjid, jadi kalo ditendang atau disepak atau dilempar atau kabur kesana, nggak usah khawatir kececer tidur nebeng di bawah pohon korma. Bisa nebeng di pelatarannya. Konon pada jaman dahulu kala, Timbuktu ini merupakan kota penting pusat penyebaran informasi tertulis di Afrika sana.

Gambar - gambarnya yang bagus saya dapet dari wiki tadi.

Masjidnya di Timbuktu


Nah ini dia orang - orangnya

Jauh juga ya ternyata selama ini saya nendangi orang - orang itu. Malah sekarang kalo mereka mau jalan kaki dikit lagi bisa mulai siap - siap nonton Piala Dunia nih. :))

Ada yang mau saya tendang ke Timbuktu lagi? Anyone?