Kopdar Ngerumpi - Duit (2)

by

ALERT! PANJANG DAN RUWET : BACA PELAN - PELAN DAN SABAR!

Ini lanjutan dari yang kemarin, sedikit ilmu yang didapat dari kopdar :D

Ada beberapa alasan utama yang mengharuskan kita membuat pengaturan keuangan dalam beberapa jangka waktu. Taruhlah dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Pengaturan ini yang bakal membawa kita dalam keamanan finansial untuk setiap jangka waktu.

Untuk yang jangka pendek, penggunaan tabungan sangat disarankan. Kenapa? Bukannya bakal tergerus arus inflasi ya? Betul memang akan tergerus arus infalasi, betapapun pendeknya jangka waktu kita menyimpan uang sesungguhnya nilainya terus turun, hanya saja tidak terlihat.

Namun karena #1 rule nya "Cash is The King" maka faktor keamanan dan kemudahan pencairannya yang diutamakan. Periode perputaran uang yang lebih pendek membuat adanya efek inflasi bisa diacuhkan. Sebaiknya uang kas ini mencakup jumlah yang cukup untuk sebulan kebutuhan kita, plus dana cadangan yang dapat ditarik sewaktu - waktu kita butuhkan (misal untuk rumah sakit dan keadaan darurat lainnya).


Lah kenapa mesti dipres untuk kebutuhan sebulan? Ya biar nggak terlalu boros, dan menjaga hati dari godaan sepatu - sepatu mengkilat, atau gadget keren yang dipajang di etalase. Apalagi kalo udah ada tulisan SALE atau bunga 0% :D Sebaiknya pisahkan dalam dua tabungan, satu untuk emergency dan satunya untuk dipakai sehari - hari. Ingat untuk TIDAK MENGGUNAKAN KARTU KREDIT dari tabungan apapun yang dimiliki jika tidak teliti dalam mengelola tanggal pembayaran dan juga tidak dapat menahan diri dari SALE dan Cicilan 0%. Cukup memegang ATM saja, sekedar memudahkan penarikan tunai. :D

Buat yang masih penasaran dengan yang namanya Kartu Utang itu, ini referensinya dan disini juga serta disini
Selanjutnya untuk jangka menengah, saya sarankan belilah emas, atau kalau cukup berani dan suka bermain uang buka saja satu rekening ikhlas untuk bermain saham atau valas.

Emas cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang, khususnya untuk mereka yang tidak suka mengambil resiko dan juga tidak tergoda memainkan uang untuk mendapatkan hasil lebih. Sedangkan bermain saham lebih cocok buat mereka yang tidak punya sakit jantung, punya koneksi internet 24 jam, cukup ikhlas, dan memiliki dana cadangan non-emergency setara 12 bulan gaji. Ini sudah aturan baku, kalau memang tidak siap mental untuk gambling di saham (jangka menengah di saham sudah tentu gambling, bukan invest) maka jangan berpikir untuk masuk. Satu saat posisi gain, detik berikutnya saham turun dan nilai uang kita ikut merosot.

Rule berikutnya adalah High risk high gain , semakin aman, maka semakin sedikit keuntungan kita dan tentu saja kebalikannya. Jangan menginvestasikan uang pada produk - produk semacam tabungan dengan bunga diatas yang dijamin oleh LPS (ingat kasus Century, duit nasabah bermilyar - milyar nggak kembali).
Emas untuk investasi jangka menengah adalah pilihan yang baik, beli emas ANTAM, bersertifikat internasional, jadi nilainya bakal sama di negara manapun. :D Emas batangan juga terbukti kokoh bertahan terhadap gempuran krisis moneter, penarikan dolar di pasar saham (kondisi pasar "bubble", terlalu banyak dana asing, rentan terhadap pengaruh bunga bank sentral mereka) dan lebih nyaman karena nggak harus memantau tiap saat posisi harga di pasaran.

Satu kekurangannya adalah cukup riskan untuk disimpan, siapkan lemari besi atau lebih bagus lagi jika menyewa safe deposit box. Oya, ada yang ingat kemarin Pak Aidil punya langganan beli emas dimana? Punya langganan beli dan jual emas akan membantu kita mendapatkan harga jual kembali yang lebih bagus :)
Untuk investasi jangka panjang yang aman, belilah properti, emas, atau pasang dana di surat berharga dengan tingkat keamanan yang baik (ORI misalnya) dan bisa juga memasang uang di reksadana. Tentu, kalau berminat memainkan dana langsung di bursa untuk jangka panjang, gunakan metode penilaian resiko saha (bisa sekolah di Pak Aidil juga katanya kemarin).

Properti (tanah dan bangunan) adalah salah satu bentuk investasi yang dijamin tidak akan rugi, kecuali ada bencana alam luar biasa. Selain nilainya yang tidak akan turun pada kondisi wajar, properti juga bisa disewakan, atau digunakan menambah penghasilan dengan usaha sampingan. Misalkan punya tanah kosong di sekitar kawasan industri/perdagangan/pendidikan tentu selain harganya tinggi juga mendukung untuk membangun usaha minim kerja (misal rumah kost).

ORI alias Obligasi Ritel Indonesia adalah obligasi yang dijamin oleh pemerintah, punya tingkat pengembalian yang cukup bagus (9,35% untuk seri berapa gitu.. :D lupa ), khususnya untuk pemegang dana besar. ORI ini memiliki potensi gagal bayar hanya jika negara kita bangkrut. Jika mau mencari info lebih lanjut tentang obligasi, silahkan dilihat di sini.

Nah, kalau misalkan tertarik untuk invest di reksadana dan saham secara langsung, saya hanya bisa menginformasikan bahwa reksadana lebih terjangkau dan tidak se kejam saat kita memegang saham. Tetap perlu dipantau namun tidak harus sesering saham. Oya, kemarin juga ada beberapa saran soal membeli dan menjual saham, tapi mungkin nanti saja saya bahas. :)

Link diatas juga akan memberikan info yang cukup baik untuk memulai belajar investasi. Ingat untuk selalu memegang prospektus dan membaca teliti tiap butir perjanjian yang bakal ditandatangani.

Sudah mulai berasap kepala saya, mungkin lebih baik saya sambung lagi besok :)) Jika ada yang keliru tolong dikomentari ya. :)

-bersambung-

Disclaimer : ditulis oleh seorang yang belum terjun secara langsung dan nyata di dunia keuangan, belum punya modal, nggak bisa nyambi, dan belum lulus. Cuma berbagi sedikit pengetahuan yang sudah saya dapat :)