Kopdar Ngerumpi - Duit (1)

by

Dua hal yang nggak akan ada habisnya jika dibicarakan, tentang wanita, dan satu lagi tentang duit. :D Bagaimana kalau keduanya bertemu? Sepertinya akan terlihat lagi satu hal yang sama dari keduanya, sama - sama seksi dan juga menakutkan.


Sedikit yang dapat dari kopdar ngerumpi ini, soal ilmu tentang uang yang diberikan oleh bang Aidil. Well, sebetulnya saya lebih tertarik dapat ilmu tentang mengerti wanita, tapi tentang duit boleh juga lah :D

  1. Uang, sebagai unit pembayaran dan sekaligus komoditas yang dipermainkan pasar, bakal terkena inflasi dan turun nilainya
  2. Uang, harus tetap diputar sebisa mungkin dalam bentuk investasi agar nilainya setidaknya tetap.
  3. Investasi adalah satu pilihan yang sangat bijak, tapi ketahui dulu resikonya.
  4. Asuransi bukan jaminan 100% hidup kita bakal aman dan nyaman, hal ini termasuk uang pensiun kita.
  5. Jika dihitung lagi, asuransi tidak menjamin anak - anak kita bakal mendapat pendidikan layak tanpa campur tangan kita lagi.
  6. Investasi yang aman adalah emas murni (logam mulia) dan properti, khususnya yang ber-tanah, serta obligasi pemerintah.
  7. Kalau mau investasi di saham, perhatikan resiko perusahaannya.
  8. Kalau belum berani "main" langsung, pakai bentuk reksadana.
  9. Ber investasi tidak bijak kalau kita belum punya dana cadangan.
  10. Pakai ilmu ikhlas, agar kita tenang saat memutuskan berinvestasi dalam saham, atau juga reksadana.
  11. Pisahkan antara dana jangka pendek, panjang dan menengah serta dana "main" demi keamanan.
  12. Jauhi hutang, sekecil apapun bunganya, untuk kebutuhan konsumsi.
  13. Dekati hutang dengan bunga yang reasonable, saat akan membeli aset yang tidak akan turun nilainya (tanah dan rumah).
  14. Untuk jangka pendek, cash is the king, jadi pastikan ada bentuk simpanan yang mudah dicairkan sewaktu - waktu tanpa ada penurunan nilai yang berarti.
  15. Mati itu mahal, terutama di Jakarta. :(
Kalau ada yang mau menambahkan poinnya tolong dikomen yak :D Ini mau saya bahas sedikit - sedikit, sesuai dengan pengetahuan saya yang terbatas. :)

Mulai dari hal yang paling dasar dulu, soal kenapa uang mesti kita putar, kalau ada idle money segera belikan aset yang lebih kebal terhadap arus inflasi.

Sebentar, inflasi itu apa toh? Inflasi adalah penurunan nilai mata uang, secara terus menerus, dan menjadikan semua cost atau harga yang mesti kita bayar terus menanjak naik tanpa ampun, mulai dari harga sayur bayam sampai harga mobil baru. Inflasi inilah yang merupakan sumber utama pemangsa kedigdayaan uang yang kita pegang. Inflasi ini banyak sekali pemicunya, mulai dari penarikan dana asing dari suatu negara, pencetakan uang baru, imbas dari tetangga, pemenuhan barang dan jasa yang terganggu, masih banyak yang lainnya.

Contoh nyata dari inflasi, harga permen hari ini dan bertahun lampau sekitar dua empat kali lipatnya. Itu baru harga permen, dapat meningkat tajam hingga 2 - 4 kali lipat tiap tahunnya. Kalau yang kita bicarakan adalah soal masa depan sekolah dan kuliah anak kita nanti? Walah, permen yang berharga 4 kali lipat itu, bakal terlihat menyeramkan. Apalagi biaya sekolah akan naik sekitar 2 kali lipat nilai inflasi tiap tahunnya (dari bang Aidil tadi, nggak salah kan?).

Well, kabar baiknya adalah sekarang kita masih bisa menyiapkan dana tersebut, karena nilai empat kali lipat itu adalah future value, alias nilai uang di masa depan pada tingkat suku bunga tertentu. Nilai uangnya sekarang berapa? Wah, kalau mesti menghitung dari jangka waktu pengumpulan dana dan besar inflasi, sepertinya nggak mungkin kita bakalan selamat dari keruwetan finansial tanpa usaha khusus.

Cara yang paling sederhana adalah dengan menyelamatkan duit kita dari inflasi. Jadikan uang tersebut dalam bentuk properti dan logam mulia, karena nilainya jelas bakal naik diatas inflasi. Dalam setahun, nilai logam mulia semacam emas (batangan) dapat naik harga dengan cukup drastis (dicontohkan tadi di kopdar, 30%) dan harga tanah juga tentu bakal terus naik, tidak ada nilai properti yang turun, kecuali karena bencana alam luar biasa.

Dengan sedikit kesabaran dan ketertiban, maka dana masa depan ini bakal bisa dipenuhi dengan baik. Financial planning lah, petakan kebutuhan - kebutuhan primer, sisihkan untuk dana cadangan, sisihkan juga untuk investment. Kebutuhan primer rata - rata adalah 30% penghasilan (single, tingkat penghasilan 4-5 juta sebulan), jadi kalau mau menyelamatkan pensiun dan masa depan anak, mari mulai mengelola duit tadi dengan lebih bijak.

-bersambung-

Disclaimer : ditulis oleh seorang yang belum terjun secara langsung dan nyata di dunia keuangan, belum punya modal, nggak bisa nyambi, dan belum lulus. Cuma berbagi sedikit pengetahuan yang sudah saya dapat :)